Angkat Bicara; BIN Pastikan Tidak Ada Dendam Politik Dengan HRS Sebab, BIN tidak mengenal istilah kriminalisasi.

Badan Intelijen Negara (BIN) membantah tudingan ikut terlibat dalam pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab oleh otoritas keamanan Arab Saudi, Selasa (6/11) lalu.

Apalagi, jika kemudian BIN disebut memiliki dendam politik dengan HRS. Sebab, BIN tidak mengenal istilah kriminalisasi.

“Tidak benar ada dendam politik, BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja,” kata Jurubicara BIN Wawan Purwanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11).

Wawan menjelaskan bahwa semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di depan hukum. Atas alasan itu, Wawan memastikan bahwa tudingan BIN merekayasa penangkapan Habib Rizieq Shihab adalah hoax.

Baca Juga  Setelah 2024, Jendral TNI Gatot Ingin Ada Evaluasi Hak Pilih TNI

“Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Operasi intelijen di negara lain adalah dilarang,” pungkasnya.

Habib Rizieq Shihab sempat diperiksa oleh otoritas Arab Saudi lantaran ada bendera mirip milik ekstrimis menempel di dinding belakang rumahnya. Namun demikian, Habib Rizieq kini telah dibebaskan. [ian]

RMOL

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih

Tinggalkan Balasan