Bahas Terorisme di Medsos, Wiranto Singgung Hoaks dan Hate Speech

Salah satu poin pembahasan dalam pertemuan Sub Regional Meeting On Counter Terrorism (SRM-CT) adalah terorisme di media sosial. Menkopolhukam Wiranto menjelaskan nantinya hal tersebut akan dibahas bersama dalam kelompok kerja gabungan sembilan negara yang dinamakan Jakarta Working Group.

“Jadi Working Group itu penting. Sejauh mana undang-undang setiap negara memayungi kegiatan-kegiatan medsos yang kita gunakan, counter terorisme itu bagaimana. Nanti kan platformnya sama tapi aksinya kan bisa beda,” terang Wiranto saat ditemui usai konferensi pers di Fairmont Hotel, Senayan pada Selasa siang (06/11/2018).

“Sudah banyak produk dari Working Group, banyak yang berjalan. Output-nya akan membangun kehidupan medsos yang aman,” imbuhnya.

Baca Juga  Tanggapi Sukmawati Adik Ahok Minta Tak Ada Lagi "Korban" Penistaan Agama, Warganet Pun Ramai-Ramai SLEDING adik Ahok

Menanggapi terorisme melalui media sosial, Wiranto mengatakan, salah satu upaya yang dibahas dalam pertemuan itu adalah kerja sama dengan pihak swasta seperti LSM untuk menanggulangi terorisme di media sosial.

“Oleh karena itu salah satu upaya yang juga dibahas adalah bagaimana pemerintah kita bekerja sama dengan masyarakat sipil untuk menanggulangi terorisme itu. Di mana kita kerjasamakan para pihak-pihak swasta yang berkecimpung dalam masalah teknologi komunikasi dengan pemerintah,” kata Wiranto.

“Dalam melawan terorisme jangan hanya pemerintah. Tapi medsos swasta pengguna twitter, fb, internet kita harapkan mempunyai tanggung jawab yang sama untuk melawan terorisme. Terorisme adalah lawan kita bersama. Kita tidak mentoleran terhadap penggunaan medsos untuk terorisme,” tambah Menkopolhukam.

BACA JUGA  Tuntutan Aksi Bela Tauhid: Usut Aktor Intelektual Pembakaran Bendera Tauhid

Selain itu, Wiranto juga mengungkapkan bahwa pihak Twitter telah menawarkan diri untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mencegah penyebaran hoaks dan hate speech.

Baca Juga  Wiranto Sebut Meski Anak Cucu Bercadar Bahkan Anaknya Pernah Di Pesantren Afrika Tapi Bukan Teroris

“Tadi Twitter menawarkan diri bahwa dia minta supaya kita memberikan satu sharing hal apa yang bisa kita kerjasamakan antara swasta dengan pemerintah dalam rangka memblok situs-situs yang kerjaannya hanya mengacaukan, hate speech atau hoaks,” tambah Wiranto.

KIBLAT

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih

Tinggalkan Balasan