Daging Ulama BERACUN!!! Diduga Selingkuh, Ketua Ormas Jepara Dipolisikan

Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Kabupaten Jepara, Samsul Anwar dilaporkan ke Polrestabes Semarang.

Pasalnya, tokoh muda yang sudah menyandang gelar haji tersebut diduga telah berselingkuh dengan Eny Sakdiyah, yang statusnya istri orang.

Dugaan perselingkuhan Samsul Anwar terungkap saat keduanya ketangkap basah berduaan di Hotel Grand EDGE Jl. Sultan Agung Semarang, Kamis (8/11) oleh suami Eny Sakdiyah, MAA.

Menurut keterangan MAA, peristiwa itu berawal ketika istrinya Eny Sakdiyah pergi dari rumah sekitar pukul 09.30 WIB dengan mengendarai mobil pribadi.

MAA yang seorang pengacara ini pun curiga dan mengikuti istrinya secara diam-diam dari belakang. Ternyata Eny Sakdiyah ke rumah Samsul Anwar dan mobil ditinggal di tempat itu.

Setelah itu Eny Sakdiyah dan Samsul Anwar satu mobil menuju ke Semarang. Sampai Semarang sekitar jam 12.00 WIB dan berhenti di Hotel Grand EDGE Jalan Sultan Agung,” ungkapnya, Senin (3/12/2018).

Baca Juga  Gegara Sakit Hati karena Diejek, Ketua Fraksi PDIP Dibacok saat Asyik Minum Tuak

Kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara tersebut, kemudian turun ke hotel. Kurang lebih 10 menit, keduanya masuk mobil lagi dan berputar-putar di Kota Semarang. Pada saat itu keduanya juga sempat mampir ke salah satu anjungan tunai mandiri (ATM) di dekat Hotel Grand Candi.

Habis dari ATM kembali lagi ke Hotel Grand EDGE. Saya buntuti terus sampai parkiran pukul 13.30 WIB. Saya menunggu di parkiran sampai jam 22.00 WIB. Pada pukul 15.00 WIB Samsul Anwar sempat keluar sendirian. Jam 18.30 baru kembali lagi ke hotel,” paparnya.

Dikisahkannya, pada pukul 20.00 WIB, dirinya keluar ke Polrestabes Semarang melaporkan kasus dugaan perselingkuhan tersebut. Harapannya dirinya bisa masuk ke kamar hotel untuk menangkap basah.

 

Tapi karena saya tidak membawa surat nikah, maka saya tidak diberi kuasa untuk masuk kamar hotel. Akhirnya saya kembali ke hotel,” akunya.

Baca Juga  Abu Janda Resmi Dipolisikan, Wasekjen MUI: Kami Menunggu Proses Hukum Polri, Jangan Sampai Umat Kecewa

Baru dua menit di parkiran, Samsul Anwar dan Eny Sakdiyah keluar dari hotel.

Saya hadang, mereka saya mintai keterangan. Samsul Anwar bersedia bertanggungjawab,” tukasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Samsul Anwar dan Eny Sakdiyah dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Sebab, diduga telah melakukan perbuatan perzinaan. [jie] / rmol.co

 

Tolak Ustaz Abdul Somad Datang ke Jepara, Ribuan Banser Gelar Apel Kebangsaan

Ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) akan menggelar apel kebangsaan menjelang kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Jepara, Jawa Tengah. Kegiatan itu sebagai respons beredarnya atribut mirip bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ketua GP Ansor Jepara, H. Syamsul Anwar, mengatakan, apel kebangsaan dan doa bersama melibatkan 5.000 anggota Banser Jepara akan digelar di Lapangan Desa Ngabul, Tahunan, Jepara, pada Sabtu 1 September 2018 siang. Agenda tersebut sebagai bagian dari komitmen Ansor ikut menjaga kondusivitas daerah agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga  Kapolresta Bandung : Ormas PAS Bukan Menolak KKR, Hanya Tanya Perizinan

Menurut Syamsul, apel Banser adalah rutinitas GP Ansor di pelbagai daerah. “Jepara adalah wilayah damai, kami membantu pihak keamanan agar Jepara tetap kondusif,” tandasnya.

 

Sebelumnya diberitakan, Ustaz Abdul Somad akan memberikan ceramah keagamaan di Pondok Pesantren Alhusna Mayong Jepara, pada 1 September 2018. Rencana kedatangan pendakwah yang namanya melambung di media social Youtube tersebut langsung mengundang kontroversi.

Kedatangan UAS disinyalir bakal ditunggangi kepentingan eks anggota HTI untuk melakukan konsolidasi. Untuk itu, sejumlah elemen masyarakat meminta Polri memastikan acara tersebut tidak ada atribut benuansa HTI. Rangkaian acara pengajian tersebut juga harus dipastikan terdapat menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pengibaran Sang Merah Putih. [okezone.com]

 

 

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih