Diksi Kontroversi Jokowi Tidak Bermutu! Demokrasi di Indonesia Hanya Mengejar Popularitas Bukan Kualitas

Diksi yang kerap diucapkan calon presiden petahana, Joko Widodo mulai dari ‘sontoloyo’, ‘genderuwo’ hingga yang terakhir ‘pengen saya tabok’ tidak bagus untuk pertumbuhan demokrasi.

“Artinya kalau terlalu banyak diksi sindiran-sindiran yang tidak bermutu memang itu kurang baik untuk membuat demokrasi kita dewasa dan lebih berkualitas,” kata Wakil Ketua Umum PAN, Bara Hasibuan usai diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/11).

Seharusnya, kata Bara, demokrasi diisi dengan pertarungan ide gagasan serta program yang diunggulkan oleh masing-masing calon. Namun, hingga saat ini hal tersebut sama sekali belum terlihat.

“Itu bagian dari masukan kami partai politik untuk lebih melihat ini,” ujarnya.

Baca Juga  WOW Fantastis! Diresmikan, Markas Avengers Jokowi Habiskan Dana Rp89,9 Miliar

Di sisi lain, Bara menyayangkan kehidupan demokrasi di Indonesia dimana popularitas menjadi hal yang utama sehingga mengesampingkan kualitas. Hal ini, menurutnya, harus dibenahi oleh partai politik.

“Memang di sini tanggungjawab parpol dan saya dari parpol, itu saya akui kita harus meningkatkan kualitas sehingga debat menjadi secara subtansial,” demikian Bara. [rmol.co]

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih