DOH Laporan Polisi Berbeda, TERNYATA BPK Belum Audit Dana Apel Akbar Kemenpora

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan belum belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana kemah pemuda Islam. BPK juga mengaku pihak kepolisian belum meminta audit terkait dana tersebut.

“Seingat saya kita tidak pernah melakukam gelar atau ekspose terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam,” kata Anggota III BPK Achsanul Qosasi dikutip dari Detik.com, Sabtu (24/11/2018).

Achsanul menyebut, BPK baru akan melakukan audit bila pada permintaan dari penegak hukum. Data yang akan diaudit juga berasal dari penegak hukum.

“Kalau belum ada ekspose, ya belum ada (audit kerugian negara). Kecuali mereka minta secara tertulis kepada BPK. Sampai saat ini permintaan itu belum ada. BPK menghitung kerugian negara atas permintaan penyidik dan penyidik yang memberikan data itu kepada BPK atas perkembangan penyidikan. Perhitungan kerugian negara itu harus nyata dan pasti. Nggak bisa kira-kira,” jelasnya.

Baca Juga  Ketika Suami Malah Kecanduan Film Porno

Selain itu, Achsanul menyebut tak ada laporan kepada aparat penegak hukum terkait hasil pemeriksaan laporan keuangan (LK) tahun 2017 untuk kegiatan kemah pemuda. Dia memperkirakan dugaan penyimpangan ini merupakan pengembangan laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Polda.

“Hasil pemeriksaan LK TA 2017 tidak ada Laporan kepada APH (Aparat Penegak Hukum) terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam,” ujarnya. “Mungkin itu pengembangan LHP yang dilakukan Polda.”

Sebelumnya, Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan mengatakan ada temuan perbuatan malhukum terkait kegiatan kemah pemuda yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dia juga mengatakan sudah melakukan gelar bersama BPK.
BACA JUGA Imparsial Nilai Pelantikan Jenderal Andika Berpengaruh di Internal TNI AD

Baca Juga  PDIP Khawatir Reuni Akbar Mujahid 212 Lahirkan Organisasi Terlarang

“Rp 5 miliar, untuk kegiatan itu nilai anggaran Rp 5 miliar. Dibagi jadi 2 proposal. Satu proposal itu ada yang Rp 2 miliar ada yang Rp 3 miliar. GP Ansor kemarin sudah terklarifikasi, kita cek di Kemenpora segala macam. Tapi kami klarifikasi di lapangan ternyata kita temukan ada perbuatan malhukum, makanya kita lagi sidik. Dan itu kan udah gelar sama BPK juga,” ujar Bhakti di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (23/11).

Kasus ini, dijelaskan Bhakti sudah masuk ke tahap penyidikan. Dia menyebut BPK sudah menyatakan ada potensi kerugian negara dalam kasus tersebut. “Sementara BPK masih menyatakan ada potensi kerugian negara,” katanya pada Kamis (22/11).

Polisi sendiri memeriksa Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani, serta Anggota Panitia Kemah Pemuda Islam dari GP Ansor, Safaruddin terkait kasus ini. Dahnil mengaku kecewa terkait pemeriksaan yang dilakukan kepolisian soal adanya dugaan penyimpangan dana kemah.

Baca Juga  Gema Pembebasan DIY Serukan Ganti Rezim Ganti Sistem, Tegakkan Syariah dan Khilafah

“Bagi saya yang menyakitkan itu adalah hari ini dipanggil atas tuduhan melakukan korupsi,” ujar Dahnil seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Sebelum acara itu digelar pemerintah melalui Menpora Imam Nahrowi menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi konflik horisontal yang semakin meluas, isu antipancasila, isu antitoleransi, hingga adanya isu kriminalisasi ulama. Selain itu, pemerintahan Jokowi yang diterpa tudingan antiIslam.
BACA JUGA Dahnil Anzar: Tuduhan Korupsi Terkait Apel Akbar Kemenpora Keterlaluan

Terkait dana ini, PP Pemuda Muhammadiyah telah mengembalikan duit Rp 2 miliar kepada Kemenpora. [kiblat.net]

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih