Iniloh… Kata Panitia Muktamar Pemuda Muhammadiyah Soal Pemanggilan Dahnil

Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVII diadakan di Yogyakarta tepatnya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dari tanggal 25 hingga 28 November 2018. Ketua panitia, Virgo Sulianto mengatakan tema Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVII adalah ‘Menggembirakan Dakwah Islam dan Memajukan Indonesia’.

Dengan tema tersebut, pemuda Muhammadiyah ingin mengembangkan dakwah dengan cara yang menyenangkan terlebih kepada khalayak muda. Karena menurutnya, di tangan pemuda lah terletak ide-ide kreatif dan inovatif yang tinggi, baik dalam mengembangkan dakwah Islam maupun memajukan Indonesia.

Dalam muktamar kali ini, ada tiga poin penting yang akan dibahas selama tiga hari mendatang. Pertama, laporan penanggungjawaban atas kepemimpinan dari tahun 2014-2018. Kedua, peninjauan dari pimpinan pusat Muhammadiyah baik untuk kepemimpinan tahun 2014-2018 dan pesan untuk kepemimpinan tahun 2018-2022.

Baca Juga  AllahuAkbar! Turun TANGAN! Wali Kota Pimpin Deklarasi Padang Anti-Maksiat, Anti-eLGe-BeTe

“Dan yang ketiga adalah sebagai pemilihan ketua umum pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022,” ungkapnya kepada Kiblat.net di Sportorium, UMY Yogyakarta,pada Senin (26/11/2018).

Mengenai persiapan muktamar, ia mengatakan bahwa secara teknis, panitia sudah mempersiapkan dengan cukup baik, baik dari sarana prasarana maupun konsumsi untuk menjamu peserta. Namun, secara nonteknis masih ada kendala atas adanya pemanggilan ketua pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ahmad Fanani.

“Tentu itu menjadi kendala, karena dari panitia ada yang merasa resah dan di dalam muktamar ini tidak boleh ada intervensi dari manapun,” ungkapnya.

“Kami yakin yang kami lakukan ini tidak sama sekali bertentangan, kami berharap kepada semua pihak tidak mengganggu muktamar kali ini. Kami berdiri dengan yakin dan menjamin tidak mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. Muktamar ini kami laksanakan untuk memajukan Muhammadiyah dan Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga  Pengerahan PNS ke Aksi 412 Dinilai Bentuk Kesewenangan Penguasa

Sementara kepada kader dan pemuda Muhammadiyah, ia meminta untuk tetap menjaga kondusifitas dan selalu mengunggulkan musyawarah dalam menyelesaikan segala hal dengan bermartabat, berfikir yang sehat dan memiliki prinsip atau landasan yang kuat.

“Bermusyawarah lah secara martabat, berfikir yang sehat dan memiliki landasan yang sehat sehingga mampu dakwah dengan menggembirakan dan memajukan bangsa Indonesia ini,” katanya. [kiblat.net]

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih