Issue paling gress: “4 Dosen Radikal Diberi Pilihan NKRI atau PECAT dari PNS”! John Suteki: SIAPA SESUNGGUHNYA YG ANTI NKRI?

SIAPA SESUNGGUHNYA YG ANTI NKRI?

Issue paling gress:

“Empat Dosen Radikal Diberi Pilihan NKRI atau Dipecat dari PNS”.

by John Suteki

Ya rabb..
Ya rabb..
Ya rabb..

Mohon Engkau memberikan keadilan kepada hamba-hamba yang terdholimi. Saya tdk pernah menyatakan keluar dari NKRI. Saya pun tidak pernah menghilangkan semangat NKRI. Yang mengganjal pikiran dan perasaan saya adalah apa indikator yang pasti untuk menilai seseorang itu anti NKRI atau setia NKRI? Siapkah indikator itu diuji secara hukum melalui due process of law, bukan hanya dengan statement politik yang seringkali justru menimbulkan kegaduhan baru.

Bila meneliti perkara yang dianggap penting dan genting mestinya tidak hanya sepihak melainkan harus melibatkan pihak yang netral, misalnya lembaga Perguruan Tinggi yg dapat dipercaya. Memang sulit menemukan sosok perguruan tingga dewasa ini yg netral dalam memperjuangkan nilai kebenaran sebagai ruh lembaga yang didedikasikan untuk SEARCHING THE TRUTH, NOTHING BUT TRUTH.

Baca Juga  Mengejutkan Inilah Yang Akan Dilakukan AHOK Dengan Mengajukan PK

Sebagai seorang guru besar di bidang hukum saya prihatin melihat buruknya penegakan hukum di negara hukum ini. TRIAL BY THE PRESS terkesan lebih dipercaya dibandingkan dgn TRIAL BY THE RULE OF LAW sehingga yang muncul adalah TRIAL WITHOUT TRUTH sebagaimana dikatakan oleh William T Pizzi.

Dalam dunia hukum itu dipercayai dalil: BERANI MENUDUH HARUS BERANI MEMBUKTIKAN. Jangan menuduh tanpa bukti yang bisa dipertanggung jawabkan dan belum diuji kebenaran tuduhan itu. Di mana tempat menguji dan mempertanggungjawabkan tuduhan? Tidak lain di PENGADILAN melalui DUE PROCESS OF LAW. Di negara hukum itu pemali menggunakan sarana VANDALISME: hantam dulu, urusan belakangan. PECAT DULU, URUSAN BELAKANGAN. Itu eigenrichting. Itu akan menjadikan pemerintah sebagai EXTRACTIVE INSTITUTION sebagai lambang NEGARA KEKUASAAN bukan NEGARA HUKUM.

Baca Juga  BIN Sebut 50 Penceramah Berpaham Radikal, Wiranto: Tindak Tegas!

POLITIC IS POLITIC itu benar, tetapi POLITIK MESTI DIJALANKAN DALAM BINGKAI RULE OF LAW. Saya mencintai NKRI dengan cara ingin meluruskan CARA BERHUKUM KITA yang nota bene berdasar PANCASILA. Anda paham dengan CARA BERHUKUM berdasar PANCASILA? Menjadikannya sbg GRUND NORM, LEITZTERN DAN KAIDAH PENUNTUN dalam PEMBENTUKAN DAN PENEGAKAN HUKUM di Indonesia? Saya sanggup “njlentrehke” dari A hingga Z hingga Anda paham bagaimana cara berhukum berdasarkan Pancasila. Bukan hanya Pancasilanya tetapi juga plus FILSAFAT PANCASILA-nya. Nanti akan ketahuan, siapa yg sebenarnya ANTI NKRI, ANTI PANCASILA.

YOU OR ME?

SHOLAWAT ASYGHIL
(Habib Ahmad Bin Umar al-Hinduan Ba’alawiy)

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ، ﻭَﺃَﺷْﻐِﻞِ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺑِﺎﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ 2 .
ﻭَﺃَﺧْﺮِﺟْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﻨِﻬِﻢْ ﺳَﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﻭَﻋﻠَﻰ ﺍﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴﻦ .

Baca Juga  Ahok Panik Karena Selama Ini Bisa Lolos Dari Jerat Hukum

“ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN, WA ASYGHILIDZ DZOOLIMIINA BIDZ-DZOOLIMIINA (2x) WA AKHRIJNAA MIN BAYNIHIM SAALIMIIN WA ‘ALAA ALIHI WA SHOHBIHII AJMA’IN”

Artinya:

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.

Aamiin, ya rabb..

#please SHARE..!

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih