Ke Mana Arah Dukungan Politik MIUMI? Ini Penjelasan Sekjen MIUMI KH. Bachtiar Nasir


Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), KH. Bachtiar Nasir mengatakan MIUMI dan para ulama sudah memiliki roadmap (peta jalan) untuk meraih kemenangan umat Islam. Hal itu demi menjawab kegalauan umat untuk memilih sosok ulama mana dalam menentukan arah politik.

“Tentu semuanya mengharapkan kemenangan. Menang itu bukan menang survei, besarnya koalisi partai dan banyaknya uang. Tapi bagi ulama kemenangan itu adalah apabila kita memenangkan agama Allah, maka Allah akan memenangkan umat ini,” tegas Bachtiar dalam diskusi ‘Arah Politik Ulama’ di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, (20/11/2018).

Dia menjelaskan kemenangan itu bisa ditinjau melalui empat hal. Yakni, kemenangan itu didapat tatkala mendapatkan kemudahan menyampaikan risalah dan penunaian amanah, melihat kehancuran orang-orang kafir harbi, ikut terlibat dalam kepemimpinan non Islami dan pendirian pemerintahan.

Baca Juga  Surya Paloh Berharap Al Quran Digital Nasdem Diterima Baik

“Terkait poin ke tiga dan empat, yakni terlibat dalam kepemimpinan yang notabene-nya non Islami memang sebagian kelompok tidak sepemikiran. Tetapi maknanya saat ini setidaknya kita sudah mencoba memasukkan hukum-hukum syariat Islam dalam peraturan dan perundang-undangan di Indonesia. Puncak tujuannya adalah satu yakni pendirian pemerintahan, tentunya pemerintahan Islami sebagaimana pemerintahan Nabi di Madinah,” jelasnya.

UBN kemudian menyinggung kembali terkait aksi 212. Menurutnya aksi massa tersebut menjadi “berkah” bagi Indonesia. “Gara-gara 212 banyak anggota kepolisian diangkat jabatannya, gara-gara 212 Jokowi mendapatkan citra dapat hadir di tengah umat, dan gara-gara 212 KH. Maruf Amin dicalonkan menjadi wakil presiden.”
BACA JUGA Ada Agenda Parade Tauhid dalam Reuni 212 Jilid 2

Baca Juga  Nah Loh, Ahok Berdusta Sebut Jenderal Jusuf Saudara Kandung Ayah Angkatnya Di Persidangan

“Kalau diambil dari sisi negatifnya maka umat akan bertengkar terus,” imbuhnya.

Menurutnya, MIUMI hadir untuk menyatukan langkah umat, setidaknya dari sudut pandang keilmuan dan keulamaan. Namun secara lembaga manapun, termasuk MIUMI tidak boleh memihak kepada pasangan calon manapun. “Akan tetapi secara individu silahkan, tapi jangan mengatasnamakan lembaga,” tuturnya.

Domain MIUMI ada dua, berpihak kepada ilmu dan keadilan. MIUMI tidak berpihak ke kubu politik manapun, sebab MIUMI terdiri dari berbagai kalangan ulama. Perjuangan ulama saat ini adalah menyiapkan tunas-tunas untuk lahirnya kader ulama. [kiblat.net]

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih