Kenapa Kasus HRS di Saudi Dinilai Operasi Intelijen? Begini Penjelasan Pengacara

Salah satu pengacara Habib Rizieq Syihab, Habib Ali Alatas memaparkan beberapa gejala yang menegaskan bahwa kasus bedera Habib Rizieq di Makkah adalah operasi intelijen. Ia memaparkan bahwa saat pemeriksaan HRS tidak banyak masyarakat yang mengetahui.

Namun, tiba-tiba muncul foto Habib Rizieq bersama aparat keamanan Saudi dan informasi yang detil soal pemberitaan peristiwa tersebut.

“Seperti kata HRS, ini operasi intelijen hitam asal Indonesia. Saat awal kejadian HRS diundang otoritas keamanan Saudi untuk klarifikasi laporan yang memfitnah HRS sebagai ISIS, tidak banyak yang tahu. Bahkan saya pribadi tidak langsung tahu,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (09/10/2018).

“Justru tiba-tiba muncul dengan cepat foto-foto dan pemberitaan yang sangat mendetil, beredar dikalangan wartawan Indonesia. Padahal di Saudi aja tidak ramai masalah ini,” sambungnya.

Baca Juga  Hahahah.... Jokowi 'Diajari' Beda GRASI dan AMNESTI di Kasus Baiq Nuril

Yang jelas, kata dia, sekarang bukti tersebarnya foto HRS dengan otoritas keamanan Saudi menjadi bukti bahwa ada yang melakukan operasi mata-mata di wilayah yuridiksi Saudi. Habib Ali menegaskan bahwa hal ini berbahaya karena terkait keamanan nasional.

“Pelakunya bisa dihukum mati, dan HRS sudah mengantongi nama-nama yang diduga agen yang memata-matai dan melaporkan ke pihak keamanan Saudi Arabia,” tukasnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa saat ini kondisi Habib Rizieq baik-baik saja dan sudah berada di kediamannya di Makkah.

KIBLAT

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih

Tinggalkan Balasan