Kita Di Antara Tujuh Tahun Damai Dan Tujuh Tahun Perang

TIDAK berlebihan bila menilai Panama berada di tengah dua raksasa dunia yang sedang bertarung, Amerika Serikat dan Republik Rakyat China (RRC). Panama toh tidak sendirian. Ada banyak negara yang bernasib serupa.

Bagi Panama, urusan perang dagang atau trade war antara kedua negara adidaya dan super kaya itu ikut mempengaruhi pelayaran kapal-kapal China yang biasa melalui Terusan Panama. Penurunan jumlah kapal yang melintasi Terusan Panama tentu sedikit banyak memberikan pengaruh pada penerimaan negara dari terusan yang sudah berusia lebih dari 100 tahun itu.

Namun Panama tidak larut dalam situasi ini, sebaliknya mengembangkan arti lain dari posisi geografisnya yang unik ini.

Dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL bulan Oktober lalu, Dutabesar Republik Panama, Deborah Ho Ng De Cogley, juga menjelaskan posisi negaranya dalam kaitannya dengan perseteruan abadi antara China dan Taiwan.

Berikut petikannya:

Saat ini dunia berada di tengah Perang Dagang antara Amerika Serikat dan RRC. Dimana posisi Panama dalam peperangan ini?
Saya tidak bisa menjelaskan hal ini. Ini sangat… Begini, saya tahu bahwa China ingin menjadi nomor satu di berbagai bidang, teknologi, semua hal tentang media dan lain sebagainya. Mereka ingin menjadi raja. Jadi mereka tidak akan memproduksi lagi di China, seperti sepatu, pakaian.

Dalam keadaan itu, dimana mereka ingin menjadi raja di bidang yang mereka inginkan, saya rasa ini menjadi peluang yang baik bagi negara-negara lain untuk memproduksi barang-barang yang tidak diproduksi China lagi. Contohnya, tekstil di Indonesia. Kalau mereka (produsen tekstil) meninggalkan China, Indonesia akan mendapatkan peluang besar.

Tentang Perang Dagang ini, saya tidak ingin punya opini dan mengambil sikap dimana saya harus berdiri. Tetapi, first of all, saya rasa ini bukan jawaban. Setiap negara memiliki hak untuk melakukan apa yang terbaik untuk negara itu.

Kalau AS merasa bahwa apa yang mereka lakukan adalah yang terbaik untuk negara mereka, maksud saya, Anda tidak bisa membantah hal itu. Karena itu adalah hak mereka. Tetapi, sisi dunia lainnya harus mencoba menemukan cara lain untuk mengkompensasi keputusan yang dibuat mereka (AS).

Baca Juga  Tanggapi Gaya Pidato Jokowi, Andi Arief : Kenapa mulai ngamuk-ngamuk pak presiden. Hindari emosi

Dunia akan berubah dan akan terus berubah. Kalau kita hanya melakukan hal-hal yang selama ini kita lakukan, kita tidak akan kemana-mana. Jadi, bila mereka mengubah strategi mereka, sisi dunia yang lain juga harus melakukan perubahan. Pasti akan ada titik tengah untuk semua pihak.

Dan tentu saja, saya tidak bisa mengatakan apa itu. Itulah sebabnya, negara-negara besar harus memiliki negosiator dan menyelesaikan masalah tanpa menjatuhkan hukuman.

Tadi Anda katakan bahwa kapal yang melalui Terusan Panama kebanyakan adalah kapal berbendera China. Ketika AS menetapkan pajak yang tinggi untuk produk-produk China, apa yang akan terjadi dengan Terusan Panama?
Terusan Panama harus imparsial pada isu ini. Kami selalu berusaha tidak mengambil posisi berpihak pada salah satu, karena ini adalah bisnis.

Kalau Anda ingin mengirimkan kapal Anda melalui Terusan Panama, Anda harus membayar. Menurut saya tidak adil bagi saya, apabila saya mengatakan, contohnya, saya di Amerika dan tidak akan berbisnis dengan China. Bukan begitu caranya.

Saya rasa tidak ada pebisnis yang melakukan itu. Walaupun ada dari pemerintahan, saya imparsial. Kapal China dan kapal AS menggunakan Terusan Panama, saya akan charge mereka. Ini adalah point of view saya.

Apakah AS pernah meminta Panama menerapkan tarif yang lebih mahal kepada kapal-kapal China?
Tidak pernah sama sekali. Seperti saya katakan tadi, setiap negara punya hak untuk melakukan apapun dan memutuskan apapun berdasarkan yang terbaik bagi mereka. Tarif untuk melintasi Terusan Panama sudah diputuskan sebelumnya, itu tergantung pada bobot kapal, ukuran kapal, apakah ini kargo, atau berisi bahan bakar, banyak hal yang menentukan tarif.

Setelah AS menerapkan pajak yang lebih tinggi bagi barang-barang China, apakah jumlah kapal China yang melalui Terusan Panama berkurang?
Saya belum mendengar apapun soal penurunan. Tapi ini (Perang Dagang) terjadi baru-baru saja. Saya tidak memperoleh informasi mengenai hal ini.

China sedang mengembangkan One Belt One Road. Apakah menurut Anda ini akan membawa kita pada konflik atau sebaliknya?
Saya percaya pada kemanusiaan. Saya percaya bahwa manusia dapat menyelesaikan masalah mereka dengan komunikasi yang baik. Saya tahu bahwa terkadang ada perang. Saya masih percaya ada cara untuk menyelesaikan masalah melalui cara-cara damai.

Baca Juga  Duar !! Ada Fatwa Haram Memilih PSI dari Laman Facebook Warga Muhammadiyah

Saya sungguh berharap pemimpin-pemimpin dunia untuk berusaha menyelesaikan ini, dan tidak berusaha untuk membawa kita semua ke arah perang. Karena kalau perang, yang menderita dan menjadi korban adalah masyarakat biasa.

Tetapi banyak yang menilai bahwa Panama sudah mengambil sikap berpihak setelah memutuskan hubungan dengan Taiwan dan mempererat hubungan dengan China…
Saya memiliki keturunan China. Orangtua saya adalah keturunan China yang lahir di Panama. Saya juga lahir di Panama. Saya 100 persen keturunan China.

Saya lahir di Panama dan dibesarkan di Panama. Kakek dan nenek saya yang lahir di China. Dan banyak orang China datang ke Panama selama masa pembangunan Terusan Panama dan rel kereta api sebagai pekerja. Itu sebabnya, ada yang mengatakan, Anda tidak terlihat seperti orang Panama. (Tertawa.)

Anda tidak bisa menemukan seseorang yang terlihat seperti orang Panama. Seperti di Indonesia, Anda bisa mengatakan pada seseorang, Anda tidak terlihat seperti orang Indonesia. Tetapi ia adalah orang Indonesia.

Persoalan antara China dan Taiwan, adalah urusan, Anda melihat sisi bisnis yang lebih baik untuk bangsa Anda.

Sebelumnya, saya membutuhkan visa untuk ke China. Di Panama ada banyak keturunan China dari daratan utama (mainland). Mungkin di era 1990-an ada banyak keturunan China datang dari Taiwan. Tetapi, sebelum itu, kebanyakan keturunan China datang dari daratan utama.

Terkadang sesuatu harus terjadi seperti itu. Saya ingin bertanya kepada Anda. Sekarang siapa yang mendukung Taiwan? Bahkan Amerika Serikat mendukung China.

Ini bukan tentang mengambil sikap berpihak, tetapi ini tentang bagaimana Anda melihat masa depan (dan bertanya) apa yang akan menguntungkan negara Anda.

Sebetulnya, pemerintah melihat apa yang ditawarkan China dan Taiwan. Dan ketika Anda melihat bahwa pihak yang ini menawarkan sesuatu yang lebih baik untuk masa depan dibandingkan pihak yang lain, apa yang akan Anda lakukan? Ini bukan mengambil sikap berpihak. Anda hanya melihat mana yang akan lebih baik bagi masa depan negara Anda. Anda tidak bisa menyalahkan.

Baca Juga  Dituntut 2 Tahun Penjara, Ahmad Dhani Sebut Ini Balas Dendam Ahok

Maksud saya, China melawan Taiwan. Menurut Anda siapa di masa depan yang memberikan penawaran terbaik?

China. Bisnis seperti itu. Saya katakan kepada Anda, bukan hanya diplomat, saya juga seorang pebisnis dari sisi keluarga saya.

Anda harus membanding-bandingkan, tidak bisa karena dikatakan orang lain. Inilah caranya, saya kira, lebih bagus untuk bangsa dan rakyat saya. Saya tidak mengatakan ini adalah solusi terbaik. Tetapi ini adalah yang harus Anda lakukan, dan ketika ini bagus, maka ini akan bagus.

Bahkan dalam kehidupan pribadi Anda juga mengambil keputusan. Kalau itu akhirnya baik, maka itu baik. Kalau itu buruk, maka hadapilah.

Bisa Anda sedikit menjelaskan apa yang sedang terjadi di Amerika Latin belakangan ini?
Mereka bukan tengah bertengkar. Hanya saja mereka menginginkan hal-hal yang berbeda sekarang ini. Ada yang berubah. Anak-anak berubah. Saya kira, anak-anak ini di masa depan akan menginginkan hal-hal yang berbeda dari apa yang pernah kita lakukan. Ketika ada dua ide yang berbenturan, maka yang terjadi adalah, bukan perang, tetapi konfrontasi.

Ada pepatah yang mengatakan, tujuh tahun perdamaian dan tujuh tahun peperangan. Ini sesuatu yang berputar. Saya tidak ingin mengatakan sesuatu seperti pemerintahan di suatu negara buruk, atau rakyat yang buruk. Seperti yang sudah saya katakan tadi, setiap negara memiliki hak untuk mendapatkan apa yang menurut mereka terbaik.

Jawaban saya, barangkali adalah, kita sedang berada di tujuh tahun masa peperangan (ketawa), dan akan datang tujuh tahun perdamaian. Tujuh tahun tidak secara harfiah berarti tujuh tahun. Ini bisa jadi lebih panjang dari itu. (Tertawa.)

Mungkin ini terdengar sedikit kasar. Tetapi itu adalah cara dunia membersihkan dirinya sendiri. Ini harus terjadi.

Anda terdengar filosofis…
Saya belajar dari sini. Saya belajar untuk lebih bersabar di Indonesia. Sungguh.

Kalau Anda bertemu, misalnya, sepuluh tahun lalu, Anda akan berkata: Anda orang yang berbeda. Saya dulu selalu berlari ke sana ke mari, semuanya serba cepat. Dan sekarang saya lebih paham. Anda perlu waktu lebih untuk berpikir dan memahami segala hal. (RMOL)

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih