KontraS Sebut Pelantikan KSAD Andika Perkasa Kental Muatan Politis, Ini Idealnya agar Tak Berpotensi Penyalahgunaan TNI


Deputi Bidang Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) Feri Kusuma mengkhawatirkan potensi ruang penyalahgunaan TNI sebagai instrument pemenangan politik elektroral paska Andika Perkasa diangkat menjadi KSAD. Sebab, Andika memiliki kerabat di lingkaran Pemerintahan Jokowi.

“Karena dia bagian dari kerabat orang-orang yang ada di sekitar istana. Ini sesuatu yang kami khawatirkan akan membawa TNI kedepan dalam konteks menghadapi pemilu. Pilpres dimasa yang akan datang” ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor KontraS Jakarta Pusat, Jumat (23/11).

“Ada nuansa yang bersifat kepentingan politis, pertimbangan-pertimbangan politik elektroral, kemudian hubungan kekerabatan,” sambungnya.

Ia mengatakan, idealnya seorang presiden mempertimbangkan dan mencermati pandangan-pandangan publik dalam setiap proses pemilihan KSAD. Menurutnya, dalam situasi politik elektoral kedepan tarik-menarik TNI sebagai instrument politik kekuasaan sangat rentan terjadi.

Baca Juga  Polisi: Hatta Taliwang Ditangkap Terkait Tulisan "Mengapa Sebagian Aseng Hobi 'Beternak' Penguasa?"

Sebab, berdasarkan pengalaman sebelumnya ada penyalahgunaan TNI yang bersifat politis. Tidak hanya pada pilpres 2014, kata dia, kalau ditelusuri sampai 2004 lalu pola-pola penyalahgunaan itu juga banyak.

“Tentu saja terpilihnya KSAD yang baru, Andika menjadi sesuatu yang kami khawatirkan tidak hanya akan mengancam profesionalisme TNI tetapi juga, membuka peluang potensi ruang penyalahgunaan TNI sebagai instrument pemenangan politik elektroral,” pungkasnya. [kiblat.net]

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih