Kyai NU Tegaskan Menghina Jokowi [Presiden] Dosanya sama dengan Menghina Allah dan Rasulnya

Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim menegaskan, Al-Qur’an sudah jelas menyatakan bahwa taat kepada Allah harus diikuti taat kepada Rasulullah dan ulil amri (pemimpin).

“Allah menderetkan kepatuhan kepada-Nya, lalu Rasul, kemudian Ulil Amri (pemimp negara di negeri ini adalah Presiden), siapa pun dia,” jelas Kiai Luqman dikutip NU Online, Jumat (30/11) lewat twitternya.

“Menghina Presidenmu dosanya sama dengan menghina Rasulmu, dan menghina Tuhanmu,” tegasnya.

Kiai Luqman lalu mengutip Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 59 yang menjelaskan:

يا أيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.”

Baca Juga  Ada Skenario Jahat di Balik Insiden Lantas Muallaf Dora Natalia, Cybertroop Muslim Harus Bela

Direktur Sufi Center Jakarta ini juga menegaskan, kebencian jangan sampai membuat manusia berlaku tidak adil.

Dalam hal ini, ia mengutip Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 8:

“…dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (Fathoni)

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih