MAKJLEB! PSI Ngeles SANGAT MEMULIAKAN AGAMA, Buya Gusrizal kepada: “Sudahlah Tuan Muda, Kami Sudah Terlatih”


Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar kembali respon pernyataan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait penolakan terhadap perda syariat.

Gusrizal menegaskan, pernyataan Ketua PSI telah menyentuh bagian penting dari kehidupan umat Islam. Untuk itu, ia merasa perlu untuk membuat garis pemisah antara pemikiran PSI dan umat Islam.

“Saya bukan politisi, tapi tuan-tuan menyentuh bagian penting sendi kehidpan kami. Karena itu, saya buat garis pemisah antara pikiran tuan-tuan dengan umat terutama di Ranah Minang, karena bahasa bersayap yang tuan dan puan pakai sebagai pembelaan semakin menyingkap maksud dan pikiran,” tulis Buya Gusrizal dalam akun facebook miliknya, Selasa (20/11/2018).

Sebelumnya, Buya merespon pernyataan Ketua Umum PSI, Grace Natalie yang menolak perda-perda berbasis agama termasuk perda syariat dengan alasan berpotensi memicu konflik.

Baca Juga  Halah... Surya Paloh Bikin Ulah! Sebut CFD Tidak Penting, Akhirnya Diminta Agar Minta Maaf

Pada Kamis (15/11/2018), dalam akun facebooknya, Buya Gusrizal mengajak umat Islam untuk tidak memilih partai yang menolak syariat Islam. Menurutnya, syariat Islam telah menjadi bagian dari perundang-undangan di Indonesia.

“Bila memang demikian posisi tuan-tuan dan puan-puan, saya tak akan bergeser dari sikap bahwa umat Islam terutama di Ranah Minang, HARAM mengamanahkan perwakilan mereka kepada partai dan calon-calon yang tidak setuju dengan nilai-nilai syari’ah karena syari’at Islam harus ada dalam aturan dan perundang-undangan di negeri ini. Perlu tuan-tuan dan puan-puan catat bahwa syari’at Islam telah menjadi bagian dari perundang-undangan di negeri ini!” tegasnya.

Menanggapi pernyataan itu, Juru Bicara PSI, Guntur Romli mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan perbedaan pendapat dalam hal itu. Akan tetapi ia menjelaskan, keputusan PSI itu sebagai upaya untuk memuliakan agama agat tetap pada tempatnya.

Baca Juga  Akhirnya PDIP Angkat Bicara Soal puisi Sukmawati

“PSI sangat memuliakan agama dan ingin agama tetap pada tempatnya dan PSI melihat agama ingin pada tempatnya, bukan dijadikan sebagai alat bagi politik,” kata Guntur sebagaimana dikutip tribunnews, Senin (19/11/2018)

Guntur menyatakan, syariat dan perda syariat itu dua hal yang berbeda. Syariat itu dari Allah Subhanahu wa ta’ala sementara perda syariat itu buatan manusia.

“Jadi kita jangan menyamakan antara syariat dan perda syariat, jadi itu dua hal yang harus dibedakan,” ujar dia.

Buya Gusrizal kembali menanggapi. “Tidak membenci syari’at Islam tapi menempatkan agama dan syariat dalam porsinya masing-masing. Sudahlah tuan-tuan muda! Kami sudah lama terlatih membaca yang tersirat bahkan yang tersuruk di balik kalimat yang tuan-tuan susun,” tulis Buya dalam akun facebooknya, Selasa (20/11/2018).

Baca Juga  Kelakuan! Setelah Puas HINA Habib Rizieq, Kader PSI NGELES Akunnya Di-hack

Gusrizal menegaskan, dirinya siap mempertanggungjawabkan pernyataan tersebut di dunia dan akhirat. “Saya pertanggungjawabkan pernyataan saya dunia dan akhirat!!!” tegasnya.

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih