Mengherankan! Gegara Foto Langsung jadi TERSANGKA! Ini Pernaytaan Tegas Lurah Nono


Publik dikejutkan dengan kasus Lurah Nono. Nono merupakan Lurah di Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Lurah Nono telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pidana pemilu sebab sebagai aparatur sipil dinilai tidak netral.

Lantaran dirinya dengan beberapa warganya meminta berfoto bersama idola mereka Cawapres Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan ke Pacet, Jawa Timur beberapa hari yang lalu.

Pasca penetapan Lurah Nono sebagai tersangka, dalam waktu yang sangat cepat, membuat masyarakat merasa hal tersebut aneh dan janggal.

Dibandingkan dengan kasus-kasus lain yang serupa dengan kasus Lurah Nono dimana umumnya dihentikan begitu saja.

Melalui sebuah video pendek berdurasi 04:01 menit yang diunggah ke media sosial oleh seorang warganet, Nono mengutarakan kegundahannya.

Baca Juga  Ma'ruf Amin Mengaku Inisiator 212, BENARKAH??? Ini Bantahan Tegas Ustadz Haisan Hakal

Berikut pengakuan Lurah Nono:

“Dengan ditetapkan saya sebagai tersangka ini keuntungan bagi kita karena bola akan ada di Pak Sandi sama Pak Prabowo. Masyarakat Mojokerto, masyarakat Indonesia biar tahu semuanya bahwa saya ini adalah korban rezim, korban kezholiman. Jadi pemerintah ini sudah zholim”.

“Jadi kalau masalah ini terus berlanjut, makin viral, masyakarat makin tahu siapa yang berpolitik genderuwo, siapa yang berpolitik sontoloyo. Ini merupakan keuntungan, masyarakat akan menilai sendiri bahwa pemerintahan yang sekarang adalah pemerintahan yang zholim dan perlu diganti dengan pemerintahan yang baru yaitu Pak Prabowo sama Pak Sandi. Yang bisa membawa Indonesia lebih hebat, lebih disegani oleh manca negara. Lowongan pekerjaan banyak, masyarakat makmur, sembako murah”.

Baca Juga  Catatan Hukum atas Keganjilan Status Tersangka Gus Nur

“Kepala Desa seluruh Indonesia ngapain takut, kita bukan kriminal, kita bukan orang yang bersalah. Kita ini memperjuangkan (hak politik)”.

“Ini adalah bentuk-bentuk penekanan, bentuk pembodohan kepada masyarakat. Hukum ini tumpul keatas, tajam kebawah”.

“Mari kita ikuti prosedur hukum ini biar berjalan dan masyarakat bisa menggarisbawahi siapa yang siapa yang sontoloyo, siapa yang genderuwo.

“Masyarakat tahu sendiri bahwa kita itu orang-orang yang benar, kita memilih Calon Presiden pilihan Ulama bukan Ulama pilihan Presiden. Itu yang bagus”.

“Saya memilih Pak Prabowo dan Pak Sandi karena saya salut mereka itu berani kontrak politik sama Ulama,” tandasnya. [swararakyat.com]

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih