Meski Sedang Ditarget Difitnah Dana Kemah Rp2 Miliar, Dahnil Tegaskan Nyalinya Tak Surut ! terus merawat semangat amar makruf nahi mungkar

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak terseret persoalan uang Rp2 miliar terkait acara apel dan kemah pemuda Islam Indonesia yang digagas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Dahnil merasa dirinya sedang ditarget pihak tertentu karena dia tidak tahu-menahu mengenai uang Rp2 miliar tersebut. Maka itu dia menegaskan tidak akan berhenti dalam menyuarakan kebenaran.

“Fitnah tidak akan membuat saya surut nyali, untuk terus merawat semangat amar makruf nahi mungkar,” ujar Dahnil dikutip Senin (26/11/2018) dari akun Twitter @Dahnilanzar.

Dahnil sempat mengungkapkan, sebelum terselenggarannya acara apel dan kemah pemuda Islam Indonesia dia diundang ke rumah Dinas Menpora. Sesampainya di sana, dia melihat sudah ada Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Baca Juga  API Jabar Desak Kapolda Jawa Barat Dicopot

Pada kesempatan itu Nahrawi menyampaikan keresahannya dengan kelompok radikal yang mengaku paling Islam. Maka itu dia berniat menggelar acara apel dan kemah pemuda Islam Indonesia yang melibatkan Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan Islam besar di Indonesia.

Namun, sebelum memutuskan menerima ajakan dari Menpora, dia mengaku sempat dinasihati oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. Nasihat itu intinya meminta kepada Dahnil berhati-hati jangan sampai dikerjai pihak tertentu.

“Ketika tiba di rumah dinas Menpora ternyata telah hadir Gus Yaqut (Yaqut Cholil Qoumas), Ketua Umum GP Ansor. Akhirnya, kami dipertemukan oleh Menpora. Singkat cerita akhirnya kami berdiskusi,” ujar Dahnil dalam keterangannya, Minggu (25/11/2018).

Baca Juga  [KLARIFIKASI] Operasi Intelijen Keji: Habib Rizieq Difitnah Sebagai Sarang ISIS Di Mekkah

Dia menambahkan, saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu menyangkut dugaan tanda tangannya yang merupakan hasil scan yang terpapar di Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), dirinya mengakui tidak mengetahui perihal persoalan tersebut.

“Saya seolah menjadi target utama dengan alasan ada tandatangan hasil scan, yang menyatakan saya mengetahui, padahal sejatinya saya tidak memahami dan tidak tahu,” tandasnya. [inews.id]

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih