Netralitas Polisi?! Asyari Usman: Tidak perlu bertahun2 menjadi pengamat kepolisian untuk melihat ketidaknetralan itu!

Netralitas Polisi
By Asyari Usman

Pak Neta S Pane, Ketua Presidium IPW (Indonesia Police Watch), yaitu lembaga yang bertugas mengawasi kinerja kepolisian, mengatakan bahwa dua jenderal yang berfoto dengan simbol dua jari letter L bisa mengganggu netralitas dan profesionalisme kepolisian. Kedua perwira tinggi yang dipersoalkan oleh Neta adalah Kapolda Banten Brigjenpol Tomsi Tohir dan Irjenpol Ike Edwin yang bertugas di Mabes Polri.

Menurut Pak Neta S Pane, simbol itu seolah memberikan dukungan kepada capres numor urut 02, Prabowo Subianto. Ketua meminta supaya pelantikan Kepolda Banten dibatalkan.

Wah, kalau Pak Neta mau mempersoalkan netralitas Polri dalam menghadapi pilpres sekarang ini, sangat cocok. Bakal banyak sekali pekerjaan Anda, bung. Misalnya, saya mendapat cerita dari seorang teman di sebuah kabupaten di Sumut bahwa seorang oknum Kapolres terang-terangan menunjukkan keberpihakan kepada salah satu capres. Saya yakin Anda bisa menebak capres yang dipihaki.

Baca Juga  Grace Dilaporkan ke Polisi Karena PENISTAAN AGAMA, Sekjen PSI: Pelaporan Itu PENISTAAN AKAL SEHAT

Si oknum Kapolres rajin sekali “bersilaturahmi” dengan para pimpinan partai tingkat kabupaten. Ketua Partai Ga di kabupaten itu berubah menjadi “pendiam” setelah berjumpa dengan si oknum Kapolres.

Ke belakang sedikit, Pak Neta mengatakan ada sejumlah jenderal polisi yang terang-terangan mendukung calon kepala daerah dari PDIP sewaktu berlangsung pilkada 2018. Sedangkan PDIP mendukung Jokowi di pilpres 2019.

Kalau Pak Neta betul-betul berminat membedah netralitas kepolisian di dalam suasana kontestasi politik saat ini, sangat mantap. Bakalan banyak perwira yang Anda rekomendasikan agar ditegur. Bahkan, menurut hemat saya, Pak Tito Karnavian pun perlu Anda ajak diskusi mengenai kenetralan beliau sendiri.

Saya yakin, kalau Pak Neta memakai alat detektor netralitas, akan banyak perwira kepolisian yang harus ditegur oleh pimpinan Polri. Bakalan banyak yang harus Anda rekomendasikan untuk dinon-jobkan.

Baca Juga  Diperiksa Polisi, Dahnil Anzar Pamit ke Istri dan Anak, Nggak nyangka Dia Ungkap Upaya Kriminalisasi sudah Sejak Lama!

Kalau kita katakan kepada pimpinan Polri bahwa kalian tidak netral di dalam suasana pemilihan umum ini, pasti semua mereka mebantah. Pasti semua mereka tak terima dibilang berpihak. Tapi, alangkah mudahnya mendeteksi tindak-tanduk yang tak netral itu.

Tidak perlu bertahun-tahun menjadi pengamat kepolisian untuk melihat ketidaknetralan itu.

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih