Panitia Reuni 212: Polisi Wajib Mengamankan, Bukan Menghalangi

Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma’arif membantah statemen kepolisian yang menyebutkan bahwa reuni 212 jilid 2 akan mengganggu keamanan. Slamet menegaskan bahwa kepolisian tidak perlu berlebihan dalam menyikapi acara tersebut.

“Saya perlu ingatkan kepolisan tidak boleh berlebihan. Sebab seperti ini, dua tahun yang lalu juga terjadi, dianggap akan membuat kegaduhan, akan ada kisruh dan lain sebagainya, tapi terbukti 212 aksi super damai,” katanya saat ditemui Kiblat.net di kantor Sekretariat PA 212 di Condet, Jakarta Timur pada Kamis (15/11/2018).

Ia juga menegaskan bahwa dahulu aksi kemanusiaan pun dalam aksi 212 berlangsung. Karena juga ada pernikahan non muslim juga kita minta pada anak-anak untuk dikawal.

Baca Juga  MAKJELBB!!! Advokat Senior: Tak Ada UU Bolehkan Polisi Bekerja “Suka-suka Kami”

“Kemudian kebersihan juga luar biasa, jangankan manusia, rumput saja kita jaga. Jadi insyaAllah semua akan terkondisikan aman ya. Kan kita akan zikir dan doa, kenapa jadi takut sampai segitunya dengan zikir dan doa,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa saat ini negara sedangi banyak musibah, lagi banyak bencana. Seharusnya, kata dia, semuanya terlibat, semuanya saling mendukung, kita akan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa.

“Jadi harusnya kewajiban polisi juga mengamankan, bukan menghalangi. Harusnya mengamankan, mengawal bukan menghadang,” pungkasnya. kiblat.net

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih