Pistol Oknum Polisi Meletus saat Pesta Miras di Ambon, 1 Tewas

Insiden pistol polisi meletus terjadi di Ambon, Maluku. Dalam peristiwa itu, seorang warga sipil tewas usai terkena timah panah yang bersarang di bagian dada sebelah kiri korban.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat mengatakan, kronologi peristiwa penembakan itu berawal saat oknum polisi Brigadir ERL menenggak minuman keras (miras) bersama kelima rekannya termasuk korban bernama Vlegon Pitris. Mereka mengonsumsi miras hingga mabuk di perbatasan antara Desa Bere-Bere dan Kayu Putih, Kecamatan Sirimau, Ambon, Kamis (22/11/2018).

“Saat itu oknum polisi yang merupakan anggota Polda Maluku mencabut pistolnya dan meletus mengenai korban hingga tewas di lokasi kejadian,” ujarnya, Jumat (23/11/2018).

Baca Juga  Rocky Gerung Dipanggil Polisi, Netizen: Dahnil Gagal, Selanjutnya Bung Rocky

Berdasarkan laporan polisi, insiden tertembaknya korban terjadi saat pelaku yakni Brigadir ERL yang mabuk mengeluarkan senjata api jenis revolver dan memutar-mutarkannya. Tiba-tiba pistol meletus saat posisi moncong pistol mengarah ke tubuh korban.

Brigadir ERL kemudian langsung memeluk korban yang terluka dan berusaha memberi pertolongan, namun kondisinya sudah kritis. Dia selanjutnya meminta sejumlah rekannya membawa korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Haulussy Ambon, namun nyawanya tidak tertolong.

“Terduga pelaku anggota Polri ini sudah diamankan dan kami proses. Statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ini sejalan dengan perintah Kapolda,” ujarnya.

Roem mengungkapkan, Polda Maluku prihatin atas terjadinya peristiwa tersebut. Dia memastikan pelaku akan diproses hukum, baik pidana maupun secara kode etik Polri.

Baca Juga  Pasca Aksi 212, Habib Rizieq De Facto Pimpinan Gerakan Islam di Indonesia

Brigpol ERL disangkakan dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan Mengakibatkan Kematian, dan Pasal 359 tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal. Selain pidana, pelaku juga akan diproses dengan Pasal Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) atau pemencatan sebagai anggota Polri.

Sementara itu, pantauan iNews di rumah duka, keluarga korban hanya bisa menangis dan menyesali kejadian tersebut. Tampak juga sejumlah anggota polisi berdatangan melayat. [inews.id]

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih