TEGAS! Soal #JanganSuriahkanIndonesia, UBN: Jangan Berlebihan

Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami) mengadakan seminar kebangsaan bertajuk “Jangan Suriahkan Indonesia…!”. Dalam seminar, Sekjen Alsyami, M. Najih Arromadloni mengungkapkan bahwa hal yang paling fundamental agar Indonesia tidak jatuh ke dalam kondisi seperti Suriah, yakni tidak mempolitisasi agama.

Menurutnya, ada beberapa kelompok yang gemar menggunakan mimbar masjid untuk hujatan politik. Najih menilai, segala usaha memakai agama untuk kepentingan politik harus ditolak. Ia juga tidak menampik, bahasa dan simbol agama memang efektif untuk mengelabui masyarakat, seperti akhir-akhir ini ramai terkait pembakaran bendera.

Terkait tuduhan ini, mantan ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, KH. Bachtiar Nasir mengungkapkan bahwa sejak awal, gerakan umat Islam sangat mengedepankan perdamaian. Jangankan manusia, hewan dan rumput pun dijaga.

Baca Juga  Maksud Hati Mau Menggiring Opini Untuk Dukung Jokowi 2 Priode,,, eh Ternyata Jawabanya Diluar Dugaan,,, Cerdas Banget

“Janganlah menanggapi berlebihan aspirasi yang belakangan ini banyak diekspresikan sebagian umat Islam, dengan cara melakukan demonstrasi,” ungkap penggerak Aksi 212 di AQL Center, Tebet, Rabu (07/11/2018) malam.

Ia mengungkapkan, sebuah tindakan yang terlalu berlebihan jika umat Islam yang melakukan aksi ini dituduh akan men-Suriah-kan Indonesia. Ia menjamin, tak satupun diantara mereka yang ingin men-Suriah-kan Indonesia. UBN pun berharap, semoga umat Islam tidak mau dipecah-belah atas isu ini.

“(Demontrasi) ini hanyalah sebatas ekspresi mereka, kekecewaan mereka. Dan barangkali ini yang gagal dipahami oleh rezim, apa yang menjadi keinginan mereka sesungguhnya bahkan lebih dari itu, disikapi secara terbalik. Padahal jika semua disikapi dengan rasa damai, maka hal ini tidak akan besar seperti ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Saksi Persidangan Laskar FPI Klaten Beberkan Pengakuan yang Mengejutkan

Terakhir, UBN mengatakan bahwa semua umat Islam ingin damai. “Apapun aksi yang dilakukan komitmennya harus damai,” pungkasnya.

KIBLAT

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih

Tinggalkan Balasan