Tjahjo Sebut Bupati Boyolali Maki Prabowo Tak Bisa Disalahkan, Bentuk Membela Diri

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membela Bupati Boyolali Seno Samodro yang dilaporkan ke kepolisian dan Bawaslu karena diduga memaki calon presiden nomor urut 02Prabowo Subianto sebutan binatang.

“Saya kira kalau mau melaporkan silakan, tapi bupati kan punya hak menjaga kehormatan dan harga diri daerah dan masyarakat. Siapapun ya, saya kira enggak bisa disalahkan dia,” ujar Thahjo di gedung Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (7/11) dikutip cnnindonesia.

Seno sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana terhadap ketertiban umum pada 6 November lalu. Seno disebut telah mengucapkan kalimat makian tidak pantas kepada Prabowo saat berorasi dalam aksi ‘Save Tampang Boyolali’ yang dilaksanakan di kota penghasil susu tersebut, pada Minggu (4/11).

Baca Juga  Erdogan Tokoh Dunia Tahun 2016 Versi Al-Jazeera

Namun menurut Tjahjo, makian yang dilontarkan Seno merupakan bentuk membela harga diri dan kehormatan masyarakat Boyolali sebagai daerah yang dipimpin.

“Soal protes ya silakan memprotes. Tapi dia bela harga diri. Itu saja intinya,” katanya.

Kendati demikian, politikus PDIP itu menilai laporan ke polisi maupun Bawaslu merupakan hak masing-masing orang. Ia pun mempersilakan bagi siapapun pihak yang tidak setuju dapat melaporkan ke Bawaslu selama masa jelang pemilu.

“Ya kalau melaporkan itu hak, silakan saja,” ucap Tjahjo.

Selain ke Bareskrim, Seno juga dilaporkan ke Bawaslu oleh advokat pendukung Prabowo atas tindakannya mengajak dan menyerukan kepada warganya agar tidak memilih calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Bawaslu menyatakan masih mengkaji laporan tersebut.

Baca Juga  NGAKAK! Jokowi Sebut Baiq Nuril Bisa Ajukan Grasi, Padahal Grasi Itu Syaratnya Vonis Minimal 2 Tahun

Sebelumnya, Prabowo melontarkan pernyataan yang mengaitkan masalah kesejahteraan warga, tarif hotel berbintang di Jakarta, dan tampang Boyolali.

“Kalian kalau masuk [hotel] mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian, ya, tampang-tampang orang Boyolali,” ujar Prabowo, Selasa (30/10).

Setelah pernyataan ‘tampang boyolali’ ini dipersoalkan, Prabowo mengaku bingung. Padahal, ia mengaku pernyataan itu cuma gurauan. Prabowo juga sudah meminta maaf terhadap pihak-pihak yang tersinggung atas candaan terkait Boyolali tersebut. (ak.ss.cnn)

ABADIKINI

Tinggalkan Komentar Dengan Bijak ya! Terima Kasih

Tinggalkan Balasan